Diusianya yang ke 14 bulan ini, Azka sudah mulai biasa berinteraksi dengan anak-anak lain seusianya, bahkan yang lebih tua darinya. Dia mulai minat dengan bayi lain, bermain bersama kendati masih bersifat individual.

Alhamdulillah seiring dengan kemandiriannya pada perkembangan di usianya ke 14 bulan, aku sering mengajarkan azka bagaimana mengontrol kestabilan emosinya, misalnya dengan berbagi mainan bersama teman sebayanya. Mulai diajarkan bertanggung jawab dan mengendalikan perasaannya.



Terkadang Azka sering langsung menjambak rambut anak bayi yang lain. Trus dia paling suka menusuk mata teman bermainnya. Hal ini yang aku takutkan jika azka berbaur dengan anak seusianya. Terlalu agresif dan terkesan mengintimidasi. Takutnya bisa mencederai anak yang lain.

Mungkin pengaruh dari rasa ingin tahunya yang terlalu tinggi, sehingga Azka terlihat seperti mengganggu anak lain.



Aku sebagai orang tua selalu mengawasi setiap pergerakannya, mencegahnya secara baik-baik. Bukan dengan cara membentak dan meresponnya mendadak secara kasar, melainkan diberitahukan dan dibimbing. Karena diusia ini mereka rentan memperhatikan tingkah laku orang-orang dewasa dengan bersungguh-sungguh dan meniru tindakan tersebut dan secara alamiah bayi memiliki kemampuan menyimpan informasi yang berasal dari penglihatan, pendengaran, dan melalui indera lainnya. Jangan sampai akan mempengaruhi jiwa sosial mereka.

Bukan hanya meniru tingkah laku orang dewasa, Azka pun sudah mampu merespon melalui ocehan yang kebanyakan berupa permintaan, perintah, dan kata-kata singkat seakan dia sudah bisa bercakap-cakap.

Sobat Diary, melihat perkembangan anak kita tentu saja sangat menyenangkan bukan? Lucu, menggemaskan dan terkadang menyebalkan jika yang kita larang serasa diacuhkan. Dengan kesabaran dan ketelatenan, insya Allah anak kita akan terus berkembang sesuai dengan tahapannya.


Sehari setelah tiba di Kampung Halaman, kemarin aku jalan-jalan ke rumah sepupu yang ada di Biga. Silaturahmi dengan Aki dan Ba’ay Eet untuk melepas rasa kangen dengan seluruh family yang ada disana.

Berawal dari ngobrol-ngobrol dengan Kak Ayu, entah dari mana awalnya timbul ide dan keinginan untuk jelong-jelong. Mumpung lagi liburan dan jarang-jarang pulkam rasanya rugi kalo gak dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Bingung mau Jalan-jalan ke mana selama di kampung halaman.

Karena jarang pulang kampung juga efeknya jadi kurang update dehhh tempat yang lagi ngetrend dan kekinian gitu di Wilayah Kotamobagu dan sekitarnya hehehheeee..

Beruntung ada satu tempat yang lagi viral di medsos Facebook. Kata Kak Ayu lagi kekinian dan lagi heboh-hebohnya di kalangan netizen wilayah Kotamobagu dan sekitarnya, yakni Taman Bunga Villa Mooat disekitar Danau Mooat Bolaang Mongondow. Gak gaul kalo gak berpose ditempat ini... berselfie ria dengan keluarga dan teman-teman.

Benarkah?

Karena penasaran, kami pun pada sore harinya berkesempatan jalan-jalan ke lokasi kekinian di Kotamobagu. Tak hanya Villa Mooat, ternyata Kebun Kol dan Kebun Strowberry pun saat ini lagi ngetrend.

Aaasyiiikkkkkk kite jalan-jalan lagiiiii... Start otewe pukul 16.45 waktu Indonesia bagian Upai :D. Dengan mobil pic up milik Kak Ayu kami pun duduk manis di belakang. Siapa aja yang ikut? aku, suamiku, Azka, Mama, Papa, Adikku, Tante, Sepupu-sepupuku dan para kurcaci-kurcaci anaknya Kak Ayu, Zahra dan Aqilla.

Jalanan menuju ke lokasi sangat berliku melewati Desa Moyag, Bungkuday, Modayag dan Purworejo (perkampungan transmigrasi jawa). Arahnya menuju lokasi pendakian di kaki Gunung Ambang, sehingga cuaca sangat dingin dan berkabut. Saking dinginnya Azka yang semula duduk manis di belakang akhirnya ketiduran dipangkuanku.

Karena tujuan kami menuju Villa Mooat, maka Kebun Kol, Kebun Strowberry dan Danau Mooat kami lewati dulu. Tancap gasss berpacu dengan waktu yang makin gelap.

Pukul 17.50 WITA kami tiba di lokasi Villa Mooat. Ternyata jauh juga kesini, lebih kurang 1 jam berada di mobil. Cuaca makin dingin dan senja sedikit lagi akan berlalu. Kami buru-buru masuk ke Taman Bunga Villa Mooat. Wahhh.. ternyata banyak juga pengunjungnya. Ada yang udah selesai acara selfienya, ada juga yang barusan tiba. Ada apa sebenarnya di Villa Mooat?

Weleh-weleh.. ternyata hanya taman bunga yang tertata asri, indah dan natural banget. Pantasan lagi ngetop di Medsos facebook, karena banyak yang berselfie dan bergroufie ria disini trus dishare dimedsos. Ehhh ada juga yang lagi foto prewedding. Pokoknya ramai banget kayak dipasar, ramainya hanya berfoto ria doang.

Untuk bisa masuk di Taman Bunga Villa Mooat ada tarifnya lho, satu orang Rp.5000, untuk mobil dikenakan tarif Rp.10.000. Trus yang mau pre wedding tarifnya lebih mahal, dibanderol Rp.200.000 per session. Siapa tau ada yang mau prewed disini, hehehe...

Tiba di lokasi langsung jepret-jepret, pasang aksi sok imut sok manis, selfie ria dan groufie bareng family, semua pada sibuk dengan gayanya masing-masing.. Lucunya, si kecil Azka geregetan pas liat pohon bongsai, dia pun langsung memeluk pohon itu, mungkin karena pohonnya yang agak tajam diapun kaget dan langsung nangis, trus gak mau lagi di photo dekat pohon bongsai heheheheee....


Foto bersama family di Taman Bunga Villa Mooat.
minus Papa dan Aki Anugerah (lagi jagain mobil) dan Suamiku (yang jepret)


Aku dan sepupuku, Kak Ayu
(Dibelakang terlihat pengunjung lain yang lagi selfie)


Zahra dan Aqilla, 2 Kurcaci anaknya Kak Ayu

Waktu kami untuk foto-foto gak lama, karena mulai malam. Makin gelap dan makin dinginnn.. brrrrrr...

Mmmm gak bisa ke kebun kol sama kebun strowbery lagi, padahal ingin skali mampir di sana.. :( Jadi buat teman-teman di Kotamobagu yang ingin ke Villa Mooat mumpung lagi Kekinian heheheeee sebaiknya datang sekitar pukul 3 sore biar bisa mampir ke semua tempat yang lagi hits gituuuuuu....

Rasa dingin membuat perut kami laparrr dan membawa kami mampir ke salah satu rumah makan sederhana di sekitar Desa Purworejo. Rumah makan disekitar sini menyediakan kuliner Jagung (milu manis rebus). Jagungnya masih fresh. Selain jualan jagung rebus, ready juga mie rebus sama nasi goreng.

Acara makan-makan pun dimulai, aku dan suamiku memesan mie rebus dipakai jagung rebus sama minuman teh panas. Semuanya makan dengan lahap. Aku pun khilaf, makannya sungguh terlaluuuuuu.. heheheeeee...


Menu yang aku pesan buat menghilangkan rasa dingin
di jalur kaki gunung Ambang



Ternyata Mie Rebus di campur Jagung Manis enak juga ya :D

Setelah perut kenyang, kami pun langsung pulang, si Kecil Azka pindah duduk didepan bobo manis dipangkuan dan pelukan Ba’ay.

Hari itu pun terasa indah, terasa bahagia setelah sekian lamanya aku, suami dan si baby Azka gak pulang kampung. Ternyata bahagia itu sederhana, cukup luangkan waktu walau sebentar bersama orang-orang tersayang...

Hari ini mau kemana lagi ya?


Hari ini, Sabtu 15 April 2017, usia Azka genap 14 bulan. Pada usia ini banyak perkembangan yang ditunjukkan anakku. Di fase antara 13 hingga 14 bulan Azka semakin pintar dan lucu, makin menggemaskan.

Pada usia 14 bulan ini, Azka mulai dikenalkan lagi dengan Sufor (Susu Formula), susu pendamping ASI. Selama ini, Azka gak mau minum Sufor. Maunya ASI doang, air mineral dan teh hangat. Entah kenapa jika disodorkan 2 pilihan antara Air Mineral (Aqua) sama Sufor, Azka lebih memilih mengambil Air Mineral dari pada Sufor.

Pernah pada pertengahan usianya ke 13 Bulan, Akza sakit, matanya merah dan banyak tayi matanya. Orang Gorontalo menyebutnya 'Mata Pete' hehe.. Dibawalah Azka ke Puskesmas Marisa, hasil Diagnosa dokter bahwa Azka mengalami mata merah dan perih disertai dengan gejala-gejala pilek, kata dokter besar kemungkinan mengalami serangan virus penyebab pilek.

Nah, Saat Azka dibawa ke Puskesmas, Suamiku menyarankan untuk menyiapkan segelas teh hangat pada botol minumannya. Prediksi suamiku gak meleset. Azka mulai rewel saat antrian dan ruang Laktasi di Puskesmas ada di bagian belakang, sementara ruang pemeriksaan berada paling depan. Aku keluarkan saja dotnya yang berisi teh hangat, dan Azka mulai santai menikmati teh hangatnya. Bayangin ketika itu aku isi botolnya dengan Sufor. Pasti rewelnya menjadi-jadi.

Makanya di usia ke 14 bulan, Azka dibiasakan lagi dengan Susu fomrula.



Nih beberapa perkembangan yang ditunjukkan Azka saat usia 14 Bulan serta tips kami sebagai orang tua untuk membimbingnya :

1. Azka mulai menunjukkan rasa dan emosinya, seperti rasa tidak suka dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya, Enggan melakukan sesuatu dengan cara menepiskan tangannya jika diajak. Emosi lainnya ditunjukkan dengan cara berteriak jika tidak suka dan tersenyum lebar jika dia menyukai sesuatu.

Udah tau ngambek dan membujuk. Ngambek dengan cara menangis berguling-guling atau membelakangi aku dan membujuk dengan cara memeluk serta mencium ayah dan bundanya. Ahh lucunya.

Sebagai orang tua, tentunya kami tidak serta merta mau dan mengikuti semua keinginannya. Kami biasakan dia dengan membedakan mana yang boleh dan mana yang gak boleh untuk anak seusia dia dengan gaya dan bahasanya. Ini pun untuk membentuk pribadinya biar bisa mandiri dan menerima apa adanya.

2. Semakin cerewet dan ceplas ceplos. Walau gak jelas apa yg dikatakan tapi terdengar sangat lucu, apalagi kalau bangun pagi, pasti langsung mengoceh dan seperti berdendang. Hahaha... Apabila dia dikenalkan pada objek yang baru dan menarik buatnya, pasti akan dikejarnya sekuat tenaga sambil mengoceh.

Kata-kata yang sering diucapkan : "Piyapaaa.. pila pila pilaaa paa.. tatata.. taaaa.. papa.. papaaa paaa..." Kalau sedang berdendang akan panjang diucapkan dengan irama khasnya, "piyaaaaaaaaaaaa.. piyaaaaa... piyaaaa paaa paaaaa"

Gak ada bedanya ketika dia mulai ngoceh pada usia 7 bulan, tapi intensnya yang mulai bertambah. Sebagai orang tua kami mengimbanginya dengan bersuara secara normal, agar dia mengerti apa yang ingin kami utarakan. Sesekali saja kami berbicara dengan bahasanya, selebihnya berkomunikasi dengan bahasa normal.

Jangan pernah MEMBENTAK atau MENGANCAM anak dengan bahasa atau gaya dan ekspresi kita. Karena secara alamiah mereka telah mengerti jika dimarahi.

Pernah, secara tak sengaja aku memarahinya dengan suara agak keras.. Dan Azka menangis memeluk ke ayahnya. Suamiku marah saat itu, dan mengingatkan untuk tidak melakukannya lagi. Saat itu, aku mulai melakukan pendekatan secara persuasif serta membimbingnya jika ingin melarangnya melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

3. Sudah bisa berkomunikasi dengan anak seusianya, bersosialisasi dengan bermain bersama. Alhamdulillah, Baby Sitternya Azka punya anak laki-laki berusia 6 tahun, sehingga Azka merasa ada temannya untuk bermain dan berbicara.

Tetangga sebelah kamar di kost ku yang baru juga punya anak balita seusia Azka, 15 bulan. Ditambah adik suamiku yang bertugas di Marisa juga punya anak usia 20 bulan. Jadi Azka gak pernah kesepian bersosialisasi dengan nyaman bersama teman sebayanya.



4. Walau belum bisa berjalan lancar, tapi jarak azka melangkahkan kakinya udah lumayan panjang. Udah bisa jongkok, udah bisa berdiri dengan sendi lutut. Tapi belum berani berdiri sendiri tanpa bantuan media dan benda lainnya. Hebatnya lagi dia mulai mencoba memanjat dan menaiki tempat tidur. Naik dan turun bolak-balik. Azka sebenarnya sudah mampu berjalan lancar, namun kepercayaan dirinya yang belum ada, sehingga kami terus membimbingnya untuk melangkahkan kakinya dengan baik dan benar.

5. Mulai suka untuk makan sendiri dan belajar memegang sendok. Aku biarkan saja walaupun terkadang akan mengotori lantai, pakaiannya, maupun meja makan.

6. Udah pintar mengadu. Jika ditanyakan luka dibagian tubuhnya dia pasti akan tunjukkan bekas luka-luka kecil gigitan nyamuk. Trus jika kepalanya terbentur, dia akan menunjukan bagian yang terbentur di kepalanya. Waduhh.. lucu banget deh...

Mmmhhh apa lagi ya? Yang jelas Azka udah mulai cerdik, pintar dan punya rasa empati yang mulai peka. 

Makanannya diusia ke-14 bulan ini sudah lebih bervariasi, kadang apa yang kami makan, Azka juga pengen mencicipinya. Saat ini aku sering memasak makanan yang sama dengan dua versi, yakni versi pedas dan versi non pedas hehehe...

Memberinya asupan buah tetap menjadi rutinitasku. Tiada hari tanpa buah. Alhamdulillah Azka hingga saat ini tidak terbiasa mengkonsumsi makanan instan dan cemilan-cemilan yang banyak bahan pengawetnya. Suamiku membiasakannya dengan makanan yang natural. Untuk usianya 14 bulan ini berat badannya 11 kg.


Lama rasanya gak pulang ke Kampung Halaman. Seingatku, terakhir pulang ke Kota kelahiranku Kotamobagu pada Hari Raya Idul Adha tahun 2016 kemarin. Udah lama ya... kangen dengan suasana kampung :(

Tapi ketemu dengan orang tuaku barusan 3 bulan kemarin, menjelang tahun baru 2017, saat itu ortuku datang ke Kota Marisa karena kangen dengan cucu mereka. Hanya seminggu disini. Papa, Mama, adikku Pipiet pun bermalam tahun baru 2017 di Marisa.

Sekarang udah bulan April, mereka belum bertemu Abo'. Aku pun sejak Idul Adha 2016 belum pulang Kotamobagu.... dan.... timbullah keinginan untuk liburan dulu, diriku berasa kurang piknik banget, sibuk melulu dengan rutinitas kantor, ngurus suami dan ngurus anak...

OK sip.. bulatkan niat mau liburan, mumpung Jumat minggu ini ada tanggal merahnya. Lumayan bisa sampai 3 hari di Kampung.

Suamiku pun setuju-setuju aja dengan rencanaku. Bismillah... Smoga liburan kali ini menyenangkan. Aku pun segera menyiapkan segala perlengkapan pulang kampung, mulai dari pakaian hingga perlengkapan anak batita selama di perjalanan.

Hari ini aku udah minta izin ke pimpinan untuk belum masuk kerja selama 2 hari, Besok dan Hari Senin 17 April nanti. hehe..

Kami sepakat besok berangkat Kotamobagu. Senangnya bisa pulang kampung lagi... Hmmm tapi membayangkan rute dan lamanya perjalanan ke Kotamobagu rasanya seperti telerrrrr deh.. 12 hingga 14 jam melalui jalur darat.

Liputan liburannya nanti aku catat ya?
Met istirahat sobat diary....



Kamar 18
Citra Mandiri Kos
22.15 WITA


Blogger Perempuan