Asyik, Azka Mulai Sekolah Lagi Setelah “Libur”Gegara Pandemi Covid-19


Hai teman-teman Diaryku, jumpa lagi. Btw, malam-malam aku mau posting sesuatu nih, ada apa gerangan ya? Taraaaaaaa.. Happy banget pokoknya. Begini ceritanya, aku sebagai ibu yang sangat merindukan pendidikan untuk anak-anakku sangat gembira hari ini lho. Pasalnya, Azka mulai sekolah lagi hari ini mulai tanggal 2 Februari 2021, setelah “Diliburkan secara paksa” hampir 1 tahun lamanya gara-gara wabah pandemi Covid-19 menyerang indonesia. Seingatku, terhitung mulai bulan Maret 2020 kemarin mereka diliburkan, belajar dari rumah gaess


Senin, 1 Februari 2021, pukul 19.18 WITA, kabar Azka mau sekolah lagi masuk lewat Group A1 PAUD TK Pembina Negeri Marisa. Lewat pengumuman yang disampaikan oleh Ibu Sri Endang Husain, kalo Azka jadwal belajar di sekolah setiap hari Selasa tiap minggunya.


Informasi inipun aku beritahukan ke suami, ia setuju-setuju saja sambil berceloteh kayak menteri kesehatan, Pandemi wabah virus Corona ini harus kita terima sebagai fakta. Sebagai kenyataan sehari-hari, maka kita harus beradaptasi, menyesuaikan diri, beradaptasi sekaligus berkembang. Alhamdulillah, Azka sekolah lagi, kita sebagai orang tua yang gak ada basic mendidik anak secara formal pada dasarnya setuju saja, yang penting TK Negeri Pembina Marisa wajib dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, celoteh suamiku.

Malam itu juga, aku segera menyiapkan semua perlengkapan Azka di sekolah nanti. Masker, tumblr air minum, sekalian ngetes lagi seragam sekolah Azka yang sudah nganggur hampir setahun. Udah kekecilan, tapi masih boleh dipakai.

Besok paginya, tanggal 2 Februari, Azka dibangunkan “paksa” tapi dengan cara yang menyenangkan. Gimana tuh? Nyalakan lampu kamar, duduk di pinggir kasur dan memanggil namanya dengan nada suara biasa sambil mengelus pelan punggungnya agar ia tidak tiba-tiba merasa terganggu.

Membangunkan anak di pagi hari memang bisa jadi momen yang menguji kesabaran ya Moms, Apalagi selama tidak ke sekolah, Azka sudah terbiasa bangun jam 9 pagi. Saat dia sedikit mengerang pertanda mulai sadar dari tidurnya, aku bisikin sesuatu deh, yang membuatnya semangat untuk bangun pagi. “Ayo ke sekolah, pulang sekolah nanti Azka beli ice cream”.

Manjur, dia langsung membuka matanya, bersantai sebentar di tempat tidur selama  5 menit sebelum waktunya mandi. Benar-benar butuh kesabaran ekstra.

Azka pun mulai semangat ke sekolah lagi, walaupun saat diantar ke sekolah dia sedikit membandel dengan alasan, jika disekolah ada Corona. “Ada Korona di sekolah Bunda…”, celotehnya membuatku senyum-senyum sendiri.

Dihari pertama sekolah ini, Azka hanya bertiga dengan teman-temannya sesuai jadwal yang telah diatur oleh sekolah. Bertiga dengan Abdul Hafiz Mallu dan Fauziah Ishak. Aku minta ijin ke pimpinan untuk absen sampai dengan jam 10 pagi belum asuk ke kantor, demi menjaga si Azka.

Btw, walau udah mulai sekolah, rambut Azka tetap gondrong. Dia belum mau digunting rambutnya. Kami pun sebagai orang tua tidak ingin memaksakan kehendak. Aku sudah memberitahu ke wali kelasnya perihal rambutnya Azka yang belum mau digunting, dan ibu gurunya tidak keberatan.

...

Tentang rambutnya, pernah suatu hari aku bercakap-cakap dengan Azka.

“Rambut Kk Azka ada kutu, sini Bunda cari kutunya, kalo gak mau nanti digunting saja, Kk suka kalo kutu bawa terbang?? Tidur di rumah, trus bangun sudah di Pantai Pohon Cinta?” 

KK Azka spontan menjawab dengan dialeg kotamobagu yang masih kental, “haiiii bunda eeee, kutu nda ada sayap, nda bisa terbang dia…“

Aku langsung tertawa, Diusianya yang akan memasuki 5 tahun, Anakku makin cerdas, dan gak bisa dibohongi lagi. Love you KK azka, Sekolah yang rajin ya? Bunda akan slalu membimbingmu disetiap waktu. Bunda senang sekali, Azka bisa sekolah lagi. 

Udah ya Diaryku? Sampai jumpa di story selanjutnya…

Ikut Kegiatan Family Gathering Keluarga Besar BKPP Pohuwato


Mulai dari mana ya? Auto bingung mau nulis apa saat login lagi setelah lama gak aktif di blog ini. Hmm… Jadi, beberapa waktu yang lalu, tepatnya akhir Desember 2020, lupa harinya tapi ingat benar waktunya di akhir bulan desember, suami pernah ngomong, kalo awal tahun 2021 BKPP Pohuwato bakal ada acara Family Gathering, boleh ajak keluarga, sekalian mau ajak jalan anak-anak, pokoknya selesaikan pekerjaan kantormu, kita siap-siap ikut kegiatan ini, pesennya.

Udah kebayang-bayang pastinya deh moms jalan-jalan di saat pandemi Covid-19, plus penasaran dimana lokasi kegiatan Family Gathering ini. Tapi aku gak simpan dalam hati agenda jalan-jalan ini, entahlah, suamiku juga saat itu mengatakannya sambil lalu, kayak gak serius.

Memasuki tahun 2021, suamiku nanya lagi, mau ikut Family Gathering gak? Siap-siap saja, menunggu info dari big boss kita berangkat, waktunya belum jelas lokasinya pun belum jelas, tapi yang pasti di bulan januari ini.

Kok belum jelas sih? Ini mau jalan-jalan atau mau apa? Planningnya saja belum jelas semuanya. Aku diam aja, walau dalam hati pengen banget ikut. Bagiku, ini adalah perjalanan keluarga kecilku yang pertama sejak Pandemi Covid-19 menyerang, sepanjang tahun 2020 kami gak kemana-mana lho, stay at home, kasihan anak-anak.

Hari H pun tiba, Bersiap-siap, kita otewe besok ke lokasi kegiatan Familiy Gathering, Kata suami saat pulang kantor, Jumat 22 Januari. Mau ikut gak??!

Ok, siap boss!! Jadi aku dan anak-anak, fix ikut kegiatan Family Gathering keluarga besar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pohuwato, di lokasi wisata Pantai Bolihutuo Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, tepatnya di Villa kediaman Gubernur Gorontalo, dari tanggal 23-24 Januari 2021.

Sebenarnya, aku menyimpan kekhawatiran tersendiri bawa Balita bepergian. Khawatir mereka rewel ditengah jalan, mabuk perjalanan, pengen ini, pengen itu, ditambah lagi masih ada wabah pandemi Covid-19. Karena acara liburan ini kan acara kantor, yang gak se-fleksibel liburan mandiri, gak bisa seenaknya menentukan jam istirahat dan mau makan dimana. Tapi, yah sudah lah, siapin aja mentalnya, daripada nggak liburan, ya kan? Jadi, intinya liburan ini ada andil keegoisan orangtua yang butuh piknik juga. Hahaha. Yhaaa… kapan lagi liburan tanpa bayar? 

Mentalku sudah siap, percaya diri oke, anak rewel siap hadapi. Menemani dua bocah clingak-clinguk beradaptasi. Sabtu pagi pukul 10.00 WITA kita cuss ke lokasi kegiatan. Naik mobil bareng keluarga besar BKPP Pohuwato, tetap dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dong, pakai masker dan jaga jarak. Azka Arka terlihat sangat gembira. Sepanjang perjalanan mereka terus berdendang, sangat terasa mereka butuh piknik. Aku ikut senang melihat anak-anak riang dan ceria sepanjang perjalanan.

Pukul 12.00 siang lebih sedikit, Alhamdulillah tiba dengan selamat di tujuan, lokasi kegiatan Familiy Gathering, pantai Bolihutuo Kabupaten Boalemo. Pantai ini menawarkan keindahan pohon pinus yang sangat rindang dan teduh. Suasana pesisir yang panas tidak terasa karena sejuk dan rapatnya pepohonan.



Tidak hanya pohon pinus, Pantai ini pasir putihnya bersih dan lembut. Bermain di pasir ini tentu akan sangat menyenangkan, pikirku, Debur ombak terdengar sesekali, bahkan tidak jarang sampai ke bibir pantai. Air laut yang biru menambah keeksotisan Boalemo, lokasinya benar-benar menyenangkan.

1-2 jam di lokasi, si bungsu Arka belum bereaksi minta susu, masih enjoy dengan suasana. Aku kepikiran aja dengan si bungsu Arka, dia paling rewel kalo minta susu. Arka punya kebiasaan minum susu dari botol dot sambil tiduran. Dirumah dia ngga pernah mau minum dot susu sambil dipangku.

Aku ikuti semua rentetan kegiatan keluarga besar BKPP, kecuali Fun and Games. Untunglah teman-teman suamiku yang perempuan dan punya anak kecil diberi satu ruangan tempat istirahat, yakni di Villa Suwawa, di tambah lagi di depan villa ada tenda-tenda pantai yang dilengkapi dengan bangku pantai. Jadi saat keluarga BKPP ada kegiatan fun and games serta bermain wahana air, aku dan anak-anak santai-santai di tenda pantai dan main ayunan.

Suamiku walau sibuk bergabung dengan keluarga BKPP, sekali-sekali dia mendekat dan menanyakan kondisi anak-anak. Sebab, dia tahu anak-anak butuh istirahat siang, dan hingga sore hari hanya terus bermain. Baginya anak-anak wajib tidur siang. Anak balita membutuhkan waktu tidur sebanyak 12 sampai 14 jam per hari. Untuk waktu tidur siang yang ideal adalah 1,5 sampai 2 jam, kemudian sisanya harus dipenuhi di waktu tidur malamnya. Usahakan untuk selalu memenuhi jam tidur anak tersebut, tidak kurang dan tidak lebih, supaya tumbuh kembangnya bisa lebih optimal moms. Benar gak?

Malam hari, aku dan 2 bocah kesayanganku, Azka-Arka bergabung lagi dengan kegiatan hiburan malam yang digelar di pendopo villa. Bakar-bakar ikan, makan malam bersama, dan menyanyi. Kedua anakku nampak aktif sekali walau seharian belum tidur. Berlarian diantara hadirin, saling kejar-kejaran. Maklum anak kecil, sukanya usil dan butuh perhatian dengan cara mengganggu aktifitas orang sekitar.

Aku duduk santai aja menikmati acara hingga si bungsu Arka mulai rewel minta dibuatkan susu. Si sulung Azka pun ikut-ikutan minta dibuatkan susu. Yaa sudah, langsung cuss ke Villa walau acaran belum selesai. Tidur-tiduran menemani anak-anakku minum susu, sambil mengawasi mereka bermain berlarian kesana kemari, untung ruang kamar di villa lumayan besar jadi mereka bebas berekspresi.

Besoknya, 24 Januri, kita udah siap-siap mau pulang ke Kota Marisa gaess. Tapi paginya masih ada senam zumba bersama, Aku gak ikut senam, gimana mau ikut kalo ada 2 bocah yang harus di urus. Walau begitu, aku cukup senang dengan liburan kali ini, membuat kenangan bersama teman dan keluarga besar BKPP Pohuwato, menikmati relaksasi yang memang kita semua membutuhkannya untuk menetralisir aktivitas kantor yang begitu padat. Apalagi semua teman-teman suamiku di BKPP begitu baik and friendly, berasa aku berada di tengah-tengah keluargaku sendiri.

Segitu dulu ya cuap-cuapku kali ini, semoga suatu hari ada kesempatan buat jalan-jalan lagi, tapi berempat aja dulu, menguji kekompakan kami sebagai keluarga kecil. Kalian ada cerita liburan apa di akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 ini? Jangan lupa ditulis, biar nggak hilang kenangannya.

Ehh iya, nih ada dokumentasi keseruan kegiatan Familiy Gathering Keluarga Besar BKPP Pohuwato di youtube. See You Friends…..


Surat Al-Waqiah, Amalan Terbaik Bagi Perempuan


Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Sebagai petunjuk, Al-Qur’an juga sebagai nasehat, obat, hidayah, dan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Selain dapat dipahami secara tekstual, Al-Qur’an juga dapat digali kandungan makna dan hikmahnya yang luas, di antaranya dengan pemaknaan secara praktis di luar teksnya, seperti penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual yang diyakini oleh masyarakat dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif dalam kehidupan.

Salah satu surat yang memiliki manfaat dan keutamaan ialah surat Al-Waqi'ah. Surat Al-Waqi'ah adalah salah satu surat yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang rutin membacanya setiap hari.


Surat ini merupakan surat ke 56 pada juz ke 27 yang terdiri dari 96 ayat dan termasuk golongan surat Makiyyah. Surat ini dinamai Al-Waaqi’ah (Hari Kiamat), yang diambil dari perkataan Al-Waaqi’ah dalam ayat pertama.

Keutamaan membaca surat Al-Waqi'ah ini sebagaimana dirasakan oleh sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Rasulullah mengajarkan mereka untuk konsisten membaca surat Al-Waqi’ah supaya dimudahkan rezeki dan dihindari dari kesusahan. Karena itu, bila seorang muslimah mengamalkannya setiap hari, maka banyak manfaat yang akan diterimnya.

Dalam buku 'Multi Perspektif Surat Al-Waqiah', penulis Zakia Machdi menyebutkan, bahwa membaca surat Al-Waqiah merupakan amalan terbaik bagi perempuan, karena bisa menjadi pelindung bagi dirinya dari segala kemudharatan yang ada di dunia dan juga agar terhindar dari kemiskinan.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan Abdullah bin Mas’ud tengah sakit parah. Shahabat Rasulullah, Utsman bin Affan menjeguknya dan bertanya kepadanya:

“Apa yang engkau keluhkan?” “Dosa-dosaku” Jawab Abdullah. “Lalu apa yang engkau inginkan?” Tanya Utsman. “Rahmat tuhanku” Jawab Abdullah. “Apa aku perlu menyuruh dokter untukmu?” “Dokter membuatku sakit.” “Apa aku perlu mengumpulkan sumbangan untukmu?” “Aku tidak butuh.” “Bisa untuk anak-anak perempuanmu, sepeninggalmu”

“Apa engkau khawatir anak-anak perempuanku mengalami kefakiran? Aku memerintahkan anak-anak perempuanku agar mereka membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam. Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan mengalami kesulitan selamanya.’”

Kisah ini juga dinukil Imam al-Qurthubi, Imam al-Alusi, Imam al-Suyuthi, dan beberapa ahli tafsir lainnya di dalam karya mereka. Selain kitab tafsir, riwayat ini juga dikutip Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar dan Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin. Kendati riwayat ini dianggap dhaif, tetapi tetap boleh diamalkan, karena tidak semua hadis dhaif tidak boleh diamalkan. Hadis dhaif boleh diamalkan selama kedhaifannya tidak terlalu parah.

Begitu juga dengan hadis riwayat Abdullah bin Mas’ud, Imam al-Suyuthi dalam al-Durrul Mantsur juga mengutip riwayat dari Anas bin Malik tentang keutamaan surat Al-Waqi’ah. Riwayatnya sebagai berikut:

سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَأُوهَا وَعَلَّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ

“Surat al-Waqi’ah adalah surat yang membuat kaya. Maka bacalah ia dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian.”

عَلِّمُوْا نِسَاءَكُمْ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فَإِنَّهَا سُوْرَةُ الْغِنَى

“Ajarkanlah surat Al-Waqi’ah pada perempuan-perempuan kalian. Sesungguhnya surat Al-Waqi’ah adalah surat yang membuat kaya.”

Selain itu, keutamaan lainnya dari surat Al-Waqi'ah, merupakan doa wirid, menghindarkan dari kemiskinan (kesulitan hidup), dan melancarkan rezeki. Bagi siapa saja yang membaca surat Al-Waqi'ah secara rutin setiap hari dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan serta membacanya pada satu malam, maka dirinya akan dihindarkan dari kemiskinan.

Bahkan bila membaca surat Al-Waqi'ah selama 40 hari dan 40 malam, maka selama itupun rezeki kita akan dimudahkan dan mengalir deras dari berbagai penjuru.
Namun demikian yang perlu diingat bahwa jalan keluar dari kesulitan hidup tidak selalu dalam bentuk materi yang banyak. Apa gunanya uang banyak kalau tubuh tidak sehat. Apa gunanya harta banyak kalau keluarga selalu bermasalah. Solusi kesulitan hidup bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa dalam bentuk uang, kesehatan, dan keberkahan keluarga.

Wallahu A'lam



referensi artikel : kalamsindonews
Share jika bermanfaat

Jika Disuguhi Minum, Habiskan atau Jangan Diminum Sama Sekali

Inilah kebiasan buruk yang sering kita lihat dalam sebuah acara, padahal tidak haus sama sekali tapi meminum hanya seteguk lalu meninggalkannya.


KALAU URUSAN MINUM SAJA, MASIH GAK FAHAM, TERUS SELAMA INI APA YANG KITA PELAJARI ?

Adakah orang lain yang akan meminum air bekas kita? Tentu jarang!

Akan kemanakah air gelas sisa itu? Tentu akan dibuang.

Anda tahu ada sebagian negara saudara kita rela berjalan ribuan kilo hanya untuk mendapatkan setetes air minum.

Itulah yang disebut ISRAF atau PEMBOROSAN.

Padahal Allah secara jelas mengelompokkan siapa saja yang berlaku israf sebagai golongan setan.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat hak mereka dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.

Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al İsra’ 26-27)

"...Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A'raf : 31)

Jadi, jika hanya haus sedikit, tahanlah sampai di rumah. Jika tak mampu menahan, minumlah dan bawalah bersamamu ketika hendak pulang. Jangan buat tuan rumah melakukan perbuatan israf dengan membuang-buang air bekas minuman kita karena ketidaktahuannya soal hukum israf.

Hati-hati Allah tidak segan memberikan hukuman atas segala perbuatan kita termasuk israf, semisal banjir, berkurangnya atau bahkan hilangnya nikmat rejeki yang berkah, dan sebagainya. Oleh karena itu, kalau kita bertamu dan disuguhi minuman, maka minumlah dan minumnya jangan disisakan!!

Lain kali, minumnya jangan disisakan yaa sobat Diary?!

Semoga Bermanfaat

Mengapa Kalau Sempat? Kenapa Kita Tidak Lebih Serius Siapkan Bekal

Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan untuk kita semua !!!!
--------------------
(Ketika BJ Habibie berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )


Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

3 anak, semuanya sukses... Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri...
» Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi...
» Dan ada pula yang jadi pengusaha ...
» Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol
» Semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yang penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. Rindu dikunjungi anak-anaknya

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
Sepanjang waktu ....

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
Yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya...
Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang...
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, aset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???
Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...

'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di Jalan Allah yang lainnya...

'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan.....

'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan......

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius

Menyiapkan Bekal untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita.

(Yang menulis & menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)

Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Semoga Bermanfaat...!


#CopasGroupWhatsApp

Doa dan Donasi Bantu Adik Khayra Implan Koklea Untuk Bisa Mendengar

LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH
"Tiada suatu bencanapun yang terjadi di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah" (QS. AL HADID : 22)

Assalamuaikum Sahabat Diaryku...
Tak sadar menetes air mata ini ketika membaca postingan salah satu sahabat di Facebook, Greysinta Lahami.
Ujian ini dari-Mu, maka kuatkanlah mereka ya Rabb

Adik Khayra sedang menjalani
Tes BERA (Brainstem Evoke Response Audiometry)

Berikut isi Postingannya

YUK, BANTU ADIK KHAYRA IMPLAN KOKLEA UNTUK BISA MENDENGAR (205 JUTA UNTUK SEPASANG KOKLEA)

Khay, anakku DISABILITAS PENDENGARAN BERAT.

Bermula dari kecurigaan kami, Khay sudah menginjak umur 1 tahun 4 bulan tapi belum bisa mengucapkan 'Mama Papa', terlebih jika dipanggil namanya dia tidak pernah menoleh. Saya dan suami memutuskan membawanya ke dokter THT, tapi di Gorontalo alat untuk mendeteksi pendengaran sedang rusak, sampai akhirnya kami dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar. Di sini kami menjalankan serangkaian pemeriksaan.

Telinga manusia terbagi menjadi 3 bagian : telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setelah diperiksa telinga luar dan telinga tengah Khay normal dan dalam kondisi sangat baik, namun disinilah permasalahannya, telinga dalam Khay hampir tidak berfungsi.

Yang seharusnya Koklea dalam telinga mengubah bunyi dari getaran mekanik menjadi sinyal untuk diteruskan ke otak TIDAK BEKERJA sebagaimana mestinya.

Selanjutnya Khay menjalankan Tes BERA (Brainstem Evoke Response Audiometry) untuk melihat respon otak setiap kali mendengar suara yang dihasilkan oleh mesin. Kehendak Allah, Khay hanya bisa merespon dan mendengar suara diatas 110 dB (sejenis suara pesawat terbang), sementara suara percakapan sehari-hari berkisar antara 20-60 dB. Itu artinya anak saya sejak lahir belum pernah mendengarkan suara, suara saya, suara ayahnya, suara burung, suara mobil, dll.

Sampai saat ini anak saya tidak tau apa itu 'bunyi'! (bahkan untuk menuliskan ini air mata saya tidak berhenti menetes). Diagnosa dokter, Kemungkinan anak saya terserang Virus Rubella ketika hamil yang akhirnya menggangu perkembangan telinga Khay ketika dalam kandungan.

Solusi yang ditawarkan dokter adalah IMPLAN KOKLEA yang harga alatnya yang paling murah sebesar Rp 205.000.000. Ya Allah, darimana kami mendapatkan uang sebesar itu? Sementara kami hanya bekerja sebagai tenaga kontrak.

Tak ada daya dan upaya yang bisa kami lakukan, kecuali berdoa kepada Allah, dan tentu saja berikhtiar dengan meminta bantuan dari teman-teman sekalian, sekiranya ada yang mau dan ikhlas memberikan donasi untuk anak saya Khay.

Saya hanya berharap anak saya Normal, bisa mendengar dan mengenali suara Ayah dan Ibunya sebagaimana normalnya anak Bapak dan Ibu.

Mohon donasinya Bapak dan Ibu ke rekening

BRI : 5154-01-019175-53-3

Moh. Noor Aminuddin Akuba
BNI : 0272231867

Greysinta Lahami

Jazaakumullahu Khayran.

***

Doa dan Donasi Bantu Adik Khayra Implan Koklea Untuk Bisa Mendengar


Insya Allah diberikan kemudahan dan kesembuhan untuk dede Khay, Selalu berikan kesabaran yang luar biasa untuk papa mama khay. Aamiin..

Yuk sobat diary, bantu adik Khayra Implan Koklea untuk bisa mendengar. Mohon bantuan doa dan donasinya, semoga apa yang kita sumbangkan bermanfaat untuk kesembuhan Adik Khay.

Sumber : https://facebook.com/greysinta.lahami.5/posts/809747199369718

Wajah Baru Tugu Bundaran Panua Pohuwato di Tahun 2019


Jika teman-teman berkunjung ke Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo di tahun 2019 ini pasti akan melihat wajah baru landmark Kabupaten Pohuwato yang dikenal dengan nama Bundaran Panua.

Sebenarnya tak hanya landmarknya saja. Ada sejumlah sudut di Kota Marisa, ibukota Kabupaten Pohuwato yang berubah mendadak di penghujung tahun 2018. Kalo aku gak salah, ada 3 (tiga) titik yang ditata lebih apik dan indah dipandang mata, tapi ceritaku kali ini fokus ke Tugu Bundaran Panua saja ya?

Seperti apakah perubahannya?

Foto diatas adalah visual Bundaran Panua saat ini. Secara keseluruhan tugu ini tampak tak berubah, masih ada 4 batang pohon kelapa sebagai tiangnya yang menyangga sesuatu yang penampakannya seperti sayur kol, trus paling atasnya masih ada juga burung maleo. Ornamen yang baru setelah direhab yakni ada tambahan karang batu (stony coral) yang menggambarkan keindahan bawah laut pohuwato dan tulisan PANUA EMAS. Arti tulisan ini apa ya? 

Nih penampakan tugu panua yang lama, Udah beda kan?



Tugu lama menggambarkan kondisi alam dan hasil bumi di Kabupaten Pohuwato, ada batang kelapanya, jagung, ombak lautan dan burung Maleo di atasnya. Sedangkan tugu yang baru ditambahkan ornamen yang menggambarkan kekayaan bawah laut di Kabupaten Pohuwato.

Trus apa lagi yang berubah?

Tempat nongkrong gaess… Di kaki tugu bundaran panua ini terdapat anak tangga yang sering digunakan anak muda dan siapa saja yang ingin santai menikmati udara sore atau malam. Mungkin karena lokasi tugu bundaran panua terdapat RTH (Ruang Terbuka Hijau) dengan bunga-bunganya yang asri, makanya udara sekitar sini hampir tak ada polusi. Perubahan baru di tempat duduk-duduk santai ini, yakni sebagian anak tangga telah ditutup dengan ubin bernuansa hijau kuning.

Selain itu, kolam air mancur di bagian tengah yang diawalnya masih ada, sekarang sudah di tutup. Tanggung juga, selama di Pohuwato aku sangat jarang melihat kalo kolam air mancur ini berfungsi. Malah jadi tempat sampah dan kalo hujan airnya tergenang, jadi sarang nyamuk dong…

Keeeyyy... Segitu aja info singkat dariku. Jika kita jalan-jalan ke Pantai Pohon Cinta, salah satu aksesnya pasti melewati Tugu ini, Semangat Baru Pohuwato di tahun 2019.

Komentar Sahabat